Berita

 Berita

Kerjasama Strategis Skala Besar: Kastar Bersama Tim Akademisi EVOSIL dari Beijing University of Chemical Technology untuk Mengembangkan Material Berbasis Hayati Karbon Negatif.

Gambaran Umum

Baru-baru ini, Shanghai Kastar Chemical Co., Ltd. dan Anhui Evolution Silicon Nanomaterials Technology Co., Ltd. Secara resmi menjalin kerjasama strategis yang mendalam. Kedua belah pihak akan mengintegrasikan sumber daya alumi, kemampuan riset saintifik yang mutakhir, dan kapasitas produksi material-material hijau baru untuk secara bersama-sama mengembangkan rantai industri silika putih amorf berbasis hayati dengan konsep negatif karbon, mendorong transformasi hijau dan rendah-karbon berbagai industri, seperti karet, pelapi

Evolution Silicon didirikan pada tahun 2018 berdasarkan hasil komersialisasi teknologi dari Beijing University of Chemical Technology, yang dipimpin oleh tim Akademisi Zhang Liqun (张立群) dari Akademi Teknik Tiongkok (Chinese Academy of Engineering). Sebagai akademisi pertama di bidang karet dari akademi teknik tersebut dan tokoh terkemuka di industri karet global, tim Akademisi Zhang berserta rekan telah mendalami bidang ini selama lebih dari satu dekade, dengan total lebih dari 30 paten yang diajukan dan 20 paten yang telah disetujui (granted).

3 Kepemimpinan Industri

• Perusahaan China pertama yang memproduksi silika putih berbasis hayati dengan memanfaatkan teknologi berbasis hayati dan teknologi penangkapan karbon.

• Perusahaan penyusun standar kelompok (group standard) untuk silika berbasis hayati untuk aplikasi karet.

• Perusahaan pertama di China yang memiliki hak kekayaan intelektual mandiri atas jalur produksi silika putih berbasis hayati berbasis karbonasi yang lengkap.

4 Sertifikasi & Akreditasi

3_1.jpg

Seluruh lini produk Evolution Silicon telah memiliki sertifikasi sistem yang lengkap, memenuhi standar akses pasar bagi rantai pasok kelas atas di dalam dan luar negeri serta pasar ekspor:

1. Sertifikasi Sistem Dasar: ISO 9001 (Manajemen Mutu), ISO 14001 (Lingkungan), ISO 45001 (Kesehatan & Keselamatan Kerja).

2. Sertifikasi Industri Otomotif: IATF 16949 (Sistem Mutu Rantai Pasok Otomotif).

3. Sertifikasi Jejak Karbon & Keberlanjutan: ISO 14064 (Jejak Karbon Produk), ISO 14040/14044 (Penilaian LCA / Daur Hidup Penuh), ISCC PLUS (Sertifikasi Keberlanjutan & Karbon Internasional).

4. Sertifikasi Ekspor Luar Negeri: REACH (Akses Pasar Uni Eropa), SGS (Sertifikasi Uji / Inspeksi), yang menjadi "paspor hijau" bagi ekspansi merek ke pasar global.

02 Proses Inovatif Berbasis Hayati dari Sekam Padi — Menghasilkan Produk dengan Emisi Karbon Negatif

4_1.jpg

Berbeda dengan metode tradiosional pengendapan pasir kuarsa (silika) dengan presipitasi suhu tinggi yang memiliki kendala berupa konsumsi energi tinggi, limbah cair tinggi, dan emisi karbon tinggi, Evolution Silicon mencetuskan proses hijau yang unik dan inovatif melalui kombinasi pemanfaatan sekam padi dengan pengasaman melalui karbonasi dengan gas CO₂. Proses ini mengubah limbah pertanian berupa sekam padi menjadi bahan baku produksi inti, sehingga benar-benar mewujudkan daur-ulang memanfaatkan limbah pertanian dan kehutanan.

01 Proses Tradisional: Pasir Kuarsa / Metode Pengendapan Asam Sulfat

Silika putih merupakan bahan baku inti di industri karet, pelapis (coating), dan berbagai material baru. Proses konvensional yang telah digunakan selama puluhan tahun — yaitu metode presipitasi pasir kuarsa-asam sulfat — kini telah mencapai batas pengembangan (development bottleneck).

Proses konvensional memerlukan peleburan pasir kuarsa dengan natrium karbonat pada suhu tinggi 1600°C untuk menghasilkan natrium silikat, yang kemudian diasamkan dengan asam sulfat untuk mengendapkan silika, dengan produk samping berupa natrium sulfat.

Kekurangan dari proses tersebut sangatlah signifikan:

• Konsumsi energi untuk memproduksi 1 ton silika sangat tinggi.

• Setiap ton produk membutuhkan lebih dari 20 ton air, menghasilkan limbah cair sulfat dengan kadar garam tinggi yang sangat tinggi, menimbulkan tekanan lingkungan yang sangat berat.

• Proses produksi setiap ton produk jadi secara langsung menghasilkan emisi sekitar 4,2 ton karbon dioksida. Emisi karbon yang tinggi ini sulit untuk memenuhi kebijakan karbon ganda (dual carbon policy) maupun persyaratan pajak karbon (carbon tariff) untuk ekspor.

02 Evolusi Proses Silikon: Sekam Padi / Metode Pengasaman Karbon Dioksida

5_1.jpg

6_1.jpg

Evolution Silicon, melalui proses baru karbonasi dengan CO₂ berbahan baku sekam padi yang didukung oleh proses ekonomi sirkular, telah mewujudkan inovasi revolusioner yang melampaui rute tradisional. Proses baru ini menggunakan limbah padat pertanian berupa sekam padi sebagai bahan baku. Panas dari pembakaran sekam padi dapat sepenuhnya digunakan kembali dalam proses produksi, sehingga mencapai swasembada energi. Abu sekam padi direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghasilkan natrium silikat, kemudian karbon dioksida (CO₂) digunakan sebagai pengganti asam sulfat untuk proses pengasaman, sehingga mengendapkan silika (SiO₂) dengan produk samping berupa natrium karbonat (Na₂CO₃)

Keseluruhan proses ini memiliki keunggulan yang sangat menonjol:

• Konsumsi energi berkurang secara signifikan; larutan air natrium karbonat bersifat basa lemah yang dihasilkan sebagai produk samping dapat didaur ulang, sehingga sepenuhnya mengatasi masalah pencemaran limbah cair sulfat.

• Proses produksi secara aktif mengonsumsi karbon dioksida (CO₂); jejak karbon produk dapat mencapai -0,6 kg CO₂/kg produk — menjadikannya produk pertama di industri dengan emisi karbon negatif. Hal ini sangat sesuai dengan kebutuhan sertifikasi ESG dari mitra industri hilir maupun persyaratan hambatan karbon dalam perdagangan internasional, sekaligus sejalan dengan kebijakan karbon ganda (dual carbon) nasional.

Beralih dari manufaktur tradisional yang boros sumber daya menuju manufaktur sirkular karbon negatif, proses baru silika berbasis hayati dari Evolution Silicon telah menciptakan solusi teladan bagi transformasi rendah karbon di industri material anorganik baru — dan berpotensi mendefinisikan ulang seluruh tatanan industri material silikon.

03 Kelebihan Utama

1. Uap yang dihasilkan dari pembakaran sekam padi langsung disuplai ke tahapan produksi, secara signifikan mengurangi konsumsi energi produksi.

2. Proses produksi mengonsumsi CO₂ sebagai bahan baku reaksi, sehingga jejak karbon produk dapat mencapai -0,6 kg CO₂/kg — menjadikannya material baru berkarbon negatif yang langka di industri.

3. Satu-satunya produk samping yang dihasilkan adalah limbah air terkarbonasi (karbonat) yang mudah diolah dan dapat didaur ulang, sehingga secara fundamental mengatasi masalah pencemaran dari proses konvensional.

7_1.jpg

8_1.jpg

Saat ini, perusahaan telah membangun dua basis produksi besar — fasilitas skala 10.000 ton di Fuyang dan fasilitas skala 100.000 ton di Nantong — serta memiliki jalur produksi skala komersial pertama di dunia untuk silika putih berbasis hayati dengan emisi karbon negatif. Teknologi karbon negatif terkait telah memperoleh validasi dan pengesahan dari para pakar otoritatif di bawah Federasi Industri Petrokimia Tiongkok (China Petroleum and Chemical Industry Federation).

03 Tiga Produk Hijau Inti

9_1.jpg

Mengandalkan teknologi karbonasi eksklusif yang dimilikinya, Evolution Silicon telah membangun tiga sistem produk inti. Pada artikel / unggahan berikutnya, kami akan menyajikan penjelasan mendetail mengenai produk-produk tersebut beserta solusi aplikasinya.

1 Silika Putih Berbasis Hayati

Cocok untuk berbagai aplikasi seperti ban ramah lingkungan (green tire), bahan sepatu (shoe materials), karet silikon (silicone rubber), pasta gigi (toothpaste), dan pakan ternak (stock feed), dengan kemampuan penyesuaian luas permukaan spesifik (specific surface area) dalam rentang 40–300 m²/g sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

13.jpg

2 Bubur Silika Berbasis Hayati

Bebas debu, mudah disimpan dan dipindahkan, digunakan dalam pelapis/cat, perekat, pembuatan kertas, proses penganjian, dan bidang-bidang lain.

14.jpg

3 Agen Matting Silika Berbasis Hayati

Tersedia dalam seri hidrofilik dan hidrofobik, secara luas digunakan dalam pelapis/cat furniture, powder coatings, dan tinta cetak, memberikan efek matte, pengentalan, dan fungsi anti-gumpal.

15.jpg